Sunday, 7 June 2020

Liverpool Gagal Datangkan Timo Werner? Ini Penjelasan Jurgen Klopp

Gila Bola – Liverpool harus melihat Timo Werner akhirnya beralih ke Chelsea. Pelatih Jurgen Klopp pun beri penjelasan mengapa klubnya sampai gagal datangkan pemain idamannya tersebut.

Dalam penjelasannya itu, Klopp merinci bagaimana mewajibkan ‘pemotongan gaji’ untuk para pemain saat ini, tidak berjalan seiringan dengan pengeluaran sebesar lebih dari 50 Juta Poundsterling (sekitar Rp 875 Milyar) yang harus digelontorkan klub untuk transfer baru.

The Reds sudah lama memburu bintang RB Leipzig tersebut, yang juga telah menyatakan keinginannya untuk pindah ke Anfield, sebelum pandemi coronavirus menyebabkan ketidakpastian finansial yang bergejolak di dunia sepak bola maupun berbagai industri lainnya.

The Reds bisa alami kerugian finansial yang cukup besar, bahkan hingga 200 Juta Pounds (sekitar Rp 3,5 Trilyun) akibat pandemi ini. Apalagi, pendapatan dari pertandingan diperkirakan bakal turun teramat drastis karena para suporter pun tak bisa datang ke stadion, mungkin selama tahun 2020 ini.

Ketidakpastian itu telah menyebabkan Liverpool menilai kembali bisnis mereka di bursa transfer, salah satunya yang akan membuat mereka harus merelakan lebih dari 50 Juta Pounds untuk seorang pemain, yang pernah dianggap sebagai tawar-menawar. Namun kemudian, hal ini terbukti ceroboh dan tidak berperasaan, terutama setelah klub mempertimbangkan diskusi dengan para pemain yang ada saat ini bahwa mereka harus menerima jika suatu saat klub meminta ‘pemotongan gaji’.

Punya Kualitas Werner dan Kai Havertz

Dalam wawancaranya dengan Sky Germany yang dilansir thisisAnfield.com, pelatih 52 tahun itu berbicara mengenai bagaimana tingginya kualitas permainan Werner dan juga bintang Bayer Leverkusen, Kai Havertz, yang juga dikaitkan dengan transfer ke Anfield. Tapi Klopp kemudian mendudukkan posisi pemain tersebut, dan juga posisi klub, dalam kenyataan sulit yang saat ini tengah dihadapi banyak klub sepak bola.

“Ada banyak pemain bagus di planet ini. Timo Werner memang pemain yang luar biasa, begitu juga Kai Havertz,” tandas Klopp dalam wawancara tersebut.

“Waktu yang tepat, peluang – semuanya harus disatukan. Enam, tujuh pekan yang lalu, kami tidak tahu apakah kami bisa bermain lagi tahun ini. Jika kami tidak memainkan paruh kedua musim ini, kami akan berpikir, ‘OK, kapan Anda benar-benar bisa bermain sepak bola lagi?’ Dan, sekarang semuanya segera dimulai,” ujar mantan pelatih Mainz dan Borussia Dortmund tersebut.

“Kami bertindak seolah-olah semuanya sudah diselesaikan. Ini semua belum selesai. Kami memanfaatkan celah kecil ini, lalu kami mendapat kesempatan bermain sepak bola lagi. Kita harus melihat segala sesuatu yang berbeda terjadi saat ini. Kami tidak bisa berpura-pura bahwa semuanya akan baik-baik saja di masa depan,” ungkap pelatih Liverpool asal Jerman itu.

“Berbagai macam rumor di Inggris, tentang siapa yang akan dipilihnya, Manchester United, atau,” lanjutnya.

“Agak sepi di sini (di Liverpool) saat ini, saya pikir itu aman untuk dikatakan. Jika Anda ingin menganggapnya serius dan menjalankan bisnis dengan normal dan bergantung pada pendapatan, lalu tidak tahu berapa banyak yang bisa Anda dapatkan … terutama karena kita tidak tahu, kapan kita bisa mulai bermain dengan kehadiran penonton di stadion lagi,” tegas Jurgen Klopp.

Tekad Menjaga Keharmonisan Tim dan Bersatu

“Saat ini, semua klub kehilangan banyak uang. Tanpa penonton, lalu kami harus membayar tiket musiman tapi mungkin tidak akan menjualnya tahun depan,” ungkapnya.

“Setidaknya, mungkin tanpa ada yang nonton di stadion dalam 10 atau 15 pertandingan pertama musim depan. Area VIP tidak akan tersedia dan tiket tak akan dijual. Ini akan berdampak juga pada rekanan kami, dan segalanya akan terlihat berbeda,” ujar Klopp.

“Membahas berbagai hal dengan para pemain, tentang kemungkinan pemotongan gaji tapi di sisi lain kita membeli pemain seharga 50 Juta Pounds hingga 60 Juta Pounds, kami harus bisa menjelaskannya kepada pemain kami,” ungkap pelatih Liverpool yang datang ke Anfield pada 2015 lalu itu.

Di tengah ketidakpastian keuangan yang meluas, sikap Liverpool dinilai menjadi sikap yang paling tepat. Membenarkan pengeluaran yang cukup besar ketika mereka meminta para pemain menerima pemotongan gaji, tentunya akan menimbulkan ketegangan di dalam klub.

Dengan kesadaran inilah – untuk memastikan klub tetap harmonis dan bersatu, seperti yang telah mereka lakukan sejak kedatangan Jurgen Klopp, yakni merancang struktur upah yang akan berikan penghargaan dibandingkan menghambur-hamburkan dana untuk  berikan insentif pada pemain baru.

Sumber: Liverpool Gagal Datangkan Timo Werner? Ini Penjelasan Jurgen Klopp
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola