Dua Gol ke Gawang Parma, Ronaldo Torehkan Rekor 59 Tahun di Juventus

shape image

Dua Gol ke Gawang Parma, Ronaldo Torehkan Rekor 59 Tahun di Juventus

Gila Bola – Pemain yang lebih berbahaya dari Cristiano Ronaldo adalah orang yang sama tapi cetak gol pada laga sebelumnya, kata Carlo Ancelotti. Sang superstar Portugal membuktikan kata-kata magis mantan manajernya di Real Madrid itu pada pertandingan Liga Italia tadi malam.

Usai kegagalannya dalam mencetak gol selama laga imbang 1-1 melawan Atalanta, dengan itu merupakan performa terburuk CR7 selama berseragam Juventus, yang juga melihatnya gagal mencetak gol melalui titik penalti, sang penyerang bangkit di Ennio Tardini.

Pemain berusia 35 tahun itu melayang tinggi untuk menyambut umpan silang Alvaro Morata menit 26 dengan tandukannya yang menggandakan keunggulan timnya, sebelum melepaskan tembakan dari dalam kotak usai menerima sodoran Aaron Ramsey.

Berkat dua golnya itu, Cristiano Ronaldo kini menjadi pemain keempat yang mencetak setidaknya 33 gol di Liga Italia dalam satu tahun kalender, menyamai rekor gol mantan penyerang Juventus Omar Sivori dari tahun 1961, urutan ketiga terbanyak dalam satu tahun di belakang Gunnar Nordahl (36 gol tahun 1950) dan Felice Borel (41 gol tahun 1933).

Pemenang lima Ballon d’Or bisa memperbaiki rekornya karena Juventus memiliki satu laga liga lagi tahun 2020 – yaitu pertemuan di kandang melawan Fiorentina pada tengah pekan ini.

Berbicara seusai pertandingan, pelatih Juventus Andrea Pirlo memuji megabintangnya sekaligus mengungkapkan kebahagiaannya dengan upaya seluruh tim pasca kemenangan 0-4 di Parma, dengan dua gol lain dicetak oleh Dejan Kulusevski dan Morata.

“Malam ini adalah Juventus yang ingin saya lihat. Kami perlu memenangkan pertandingan ini, striker kami Cristiano dan Alvaro, keduanya perlu kembali ke jalur mencetak gol. Kami perlu bekerja sebagai kolektif dan Aaron Ramsey juga memiliki permainan yang sangat bagus,” katanya kepada wartawan.

“Kami perlahan-lahan mencapai apa yang kami semua inginkan, bukan hanya saya, tetapi juga para pemain. Saya suka pada permainan dengan pressing tinggi ketika lawan menguasai bola, kami bisa memenangkannya kembali dengan cepat dan itu memungkinkan kami untuk mengontrol permainan. Semangat itu masuk ke dalam diri para pemain dan kami membaik dari laga ke laga.”

Sementara itu, 33 gol Ronaldo berasal dari 174 percobaan, 67 lebih banyak dari pemain lain, memberinya rasio konversi tembakan 27,73 persen, dibandingkan dengan 28,26 persen untuk Ciro Immobile, yang merupakan pencetak gol tertinggi berikutnya pada tahun ini di Serie A dengan 26 gol untuk Lazio.



© Copyright 2021 Jasa Whatsapp Broadcast

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang