BONUS NEW MEMBER 50% ==>> DAFTAR SEKARANG

Persentase Kemenangan Tertinggi, Kenapa PSG Pecat Thomas Tuchel?

Gila Bola – Keputusan PSG memecat Thomas Tuchel sehari sebelum Hari Natal kemungkinan besar dilandasi buruknya hubungan dengan direktur klub, Leonardo, menyangkut rekrutmen pemain.

Keputusan pemecatan Tuchel mengejutkan lantaran pelatih 47 tahun itu baru saja mengantarkan PSG ke final Liga Champions musim lalu dan baru beberapa jam menang 4-0 atas Strasbourg di Ligue 1, membawa mereka satu poin di belakang Lyon.

Mantan pelatih Borussia Dortmund ini adalah manajer pertama tim yang berhasil membawa Les Parisiens mencapai final Liga Champions, usai secara rutin tersingkir di babak 16 besar setelah berbelanja banyak pemain mahal.

Tuchel memiliki persentase kemenangan 2,35 poin dari 127 laga, tertinggi dalam karir manajerialnya. Sedangkan dia juga membantu klub memenangkan dua trofi Liga Perancis, satu Piala Perancis, satu Piala Liga Perancis dan dua Piala Super Prancis sejak 2018.

Sang manajer Jerman memiliki hubungan yang sulit dengan direktur olahraga PSG, Leonardo. Sang manajer tidak senang dengan kebijakan transfer klub selama bursa transfer, memaksanya memainkan pemain tidak pada tempatnya seperti bek Marquinhos dalam posisi gelandang bertahan dan gelandang Danilo Pereira sebagai bek.

Reputasi Tuchel memang kurang bagus sebagaimana terjadi di klub-klub sebelumnya. Di Dortmund, Tuchel kecewa dengan Michael Zorc yang menjual pemain utama seperti Ilkay Guendogan dan Henrikh Mkhitaryan dan membeli pemain muda berbakat seperti Ousmane Dembele dan Raphael Guerreiro. Sang manajer tidak suka klub lebih mementingkan profit ketimbang prestasi.

Tuchel juga punya hubungan buruk dengan direktur olahraga Mainz, Christian Heidel. Manajer Jerman itu menuntut uang belanja yang cukup besar, sesuatu yang sulit dipenuhi klub kecil seperti Mainz. Akhirnya dia memutuskan untuk memutus hubungan kerja dari kontraknya setahun lebih cepat.



Responsible Gaming

Supported Browser