Pasang Iklan Tampil di 150 Web. Klik disini

“Dio, dio” Atau “Io, io”, Beda Tafsir Soal Perayaan Gol Romelu Lukaku Usai Jebol Gawang AC Milan Tadi Malam

Gila Bola – Lautaro Martinez yang mencetak dua dari tiga gol kemenangan Inter Milan dalam Derby Milano tadi malam, tapi Romelu Lukaku yang jadi sorotan. Terutama sekali teriakan mantan striker Manchester United itu usai mencetak gol ketiga Nerazzurri pada menit 66. Apakah itu “dio, dio” atau “io, io”?

Pertandingan AC Milan vs Inter tadi malam di San Siro usai 0-3 dengan striker Argentina Lautaro melesakkan gol cepat menit kelima melalui umpan lambung Lukaku ke tiang jauh. Disusul kemudian dengan permainan cepat dua-tiga pemain Nerazzurri yang sampai ke Ivan Perisic di garis akhir dan umpan tariknya disambar pada kesempatan pertama oleh Lautaro. Gol ketiga merupakan lari sprint Lukaku usai menerima umpan Perisic di dekat garis setengah lapangan, melakukan dribble sampai ke dalam kotak dan lagi-lagi mengincar sudut kanan bawah gawang Donnarumma yang malang.

Usai mencetak gol ke-17 kalinya musim 2020/21 itulah (melewati catatan gol Cristiano Ronaldo) sang striker Belgia berlari ke dekat sudut lapangan sembari mengucapkan sejumlah kata secara sangat emosional, sembari menunjuk dadanya sendiri. Ia kemudian dikerubungi rekan-rekannya dalam perayaan yang sangat meriah. Lihat fotonya di atas.

Banyak pengamat amatiran yang menilai teriakan Romelu Lukaku usai melesakkan tembakan kaki kiri ke sudut kanan bawah gawang Gianluigi Donnarumma itu sebagai “Dio, dio. Te l’ho detto cazzo!” atau “Sayalah Tuhan, Tuhan, kan seperti sudah saya bilang!”

Namun akun @RSharmzz mengatakan dia bilang “Io, io, Te l’ho detto cazzo!”, bukan “dio, dio” yang bisa kena pasal pelecehan agama di hukum Italia. Artinya sederhana, “Saya, saya, kan seperti sudah saya bilang!”

Ucapan “sayalah Tuhan” seperti yang menjadi tafsiran mayoritas netizen itu merujuk pada ucapan striker Milan Zlatan Ibrahimovic pada bulan Oktober 2020 saat pemain Swedia itu mengatakan di dalam klub Rossoneri tidak ada raja sepak bola, seperti yang diklaim oleh Lukaku. Yang ada hanyalah dewa bola atau Tuhan bola, implisit merujuk pada dirinya sendiri.

Tidak mengherankan bahwa lebih banyak orang mengaitkan ucapan emosional Lukaku dengan Zlatan karena kedua pemain simbol timnya masing-masing ini terlibat pertikaian pada perempat final Coppa Italia pada 27 Januari 2021 lalu. Kedua mantan pemain Setan Merah itu keluar tanduknya dan saling memaki satu sama lain, mencoba memprovokasi rivalnya untuk berbuat kekerasan dan akhirnya kena kartu merah.

Inter (53) kini menjauh empat poin di atas Milan (49) dengan 15 pertandingan tersisa sampai akhir musim. As Roma gagal menang atas tim lemah Benevento tadi malam (0-0) sehingga hanya mengoleksi 44 poin dan duduk pada urutan ketiga.



Responsible Gaming

Supported Browser